Mesir Tuding Ikhwanul Muslimin Di Balik Pemboman Gereja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 13 Desember 2016, 17:17 WIB
Mesir Tuding Ikhwanul Muslimin Di Balik Pemboman Gereja
Keadaan pasca serangan di dalam gereja/France24
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Dalam Negeri Mesir menuduh buronan pemimpin Ikhwanul Muslimin yang telah melarikan diri ke Qatar memberikan pelatihan dan pembiayaan pelaku serangan bom di sebuah gereja di Kairo pekan lalu.

Dalam sebuah keterangan yang dirilis awal pekan ini, pihak Kementerian Dalam Negeri menyebut bahwa serangan yang menewaskan 25 orang itu tengah dalam penyelidikan serius.

Namun dalam penyelidikan awal, ditemukan bahwa sang pelaku bom bunuh diri bernama Mahmoud Shafiq Mohammed Mustafa berusia 22 tahun pernah ditangkap pada tahun 2014 karena mengamankan konvoi Ikhwanul Muslimin. Namun ia dibebaskan pada bulan Mei di tahun yang sama.

Ikhwanul Muslimin sendiri telah membantah keterlibatannya dengan ledakan di Saint Peter dan Saint Paul Church pada hari Minggu kemarin (11/12).

Insiden ini merupakan serangan paling mematikan dalam memori baru pada minoritas Kristen, yang membuat sekitar 10 persen dari penduduk Mesir.

Penyelidikan mendalam masih dilakukan dan pihak Ikhwanul Muslim sendiri seperti dimuat France 24 menolak tudingan tersebut. [mel]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA