Pembukaan kelas tersebut merupakan hasil kerjasama antara KBRI Cairo dan Universitas Al-Azhar Mesir.
Di hari pertama pembukaan, telah ada 105 orang yang mendaftar. Mereka yang mendaftar datang dari berbagai kalangan di kampus Al-Azhar seperti dosen, pegawai dan mahasiswa.
Dalam sambutanya, Dubes RI untuk Cairo, Helmy Fauzy, menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Ibrahim Hudhud dan Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah atas dukungan dan kemudahan yang diberikan sehingga program ini dapat terlaksana.
Ia menyebut bahwa pembukaan kursus bahasa Indonesia ini didorong oleh semangat kedekatan antara Al-Azhar dengan bangsa Indonesia.
Ia pun menuturkan harapannya agar dari kursus tersebut bisa lahir para ulama Azhar yang mempunyai spesialisasi dalam kajian tentang keislaman di Asia Tenggara khususnya Indonesia.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah universitas al-Azhar, Prof. Dr. Sayyid Athiyyah Mathlu dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Indonesia terdapat banyak ulama Islam yang mumpuni. Mereka telah menulis buku-buku keislaman dengan bahasa Indonesia. Patut disayangkan jika karya besar mereka tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Arab.
"Indonesia mempunyai pengalaman tersendiri dalam membangun bangsanya. Sepatutnya kita perlu belajar banyak dari Indonesia. Selain itu, rakyat Indonesia sangat mencintai al-Quran dan al-Azhar," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: