Puti Bangga Patung Jenderal Sudirman Berdiri Di Jepang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 11 November 2016, 19:26 WIB
Puti Bangga Patung Jenderal Sudirman Berdiri Di Jepang
Puti Guntur
rmol news logo Politisi PDI Perjuangan Puti Guntur Soekarno merasa bangga dengan berdirinya patung Jenderal Besar Sudirman di Jepang. Hal itu menjadi satu-satunya tokoh atau pahlawan negara lain yang disaksikan masyarakat Negeri Sakura.

Awal November lalu, Puti berkenan meletakkan karangan bunga di depan patung setinggi empat meter, dan terbuat dari bahan perunggu. Sebelum seremoni penghormatan dan peletakan karangan bunga, dia dan rombongan diterima Wakil Menteri Pertahanan Takayuki Kobayashi di Tokyo.

Kobayashi diserta sejumlah staf kementerian dan partai mengantar para tamu dari Indonesia menuju lokasi Patung Jenderal Sudirman. Sesampai di sana, protokol mengatur posisi berdiri berbaris menghadap patung, lalu memberi penghormatan.

Wamen Kobayashi mengawali ramah-tamah dengan menanyakan kondisi cuaca dingin di negaranya. Lalu dengan ramah menawarkan Puti dan tamu yang lain menyeruput teh hijau.

Dalam kesempatan itu, Wamen Kobayashi menceritakan awal mula berdirinya patung Jenderal Sudirman di halaman belakang kantor Kementerian Pertahanan Jepang. Menurutnya, patung tersebut adalah pemberian dari Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro pada 2012 lalu.

"Kementerian Pertahanan Jepang menyetujui peletakan patung Jenderal Sudirman, mengingat banyak nilai-nilai positif yang patut menjadi teladan," ujar Puti dalam rilisnya, Jumat (11/11).

Menurut Puti, Jenderal Sudirman pantas mendapatkan posisi di Jepang, mengingat selain sebagai pahlawan bagi bangsa Indonesia, jenderal besar itu juga menjadi lambang tradisi etos kerja tinggi, disiplin, dan loyalitas. Sikap itu antara lain didapat Sudirman saat berhenti menjadi guru dan bergabung dalam organisasi militer Pembela Tanah Air (Peta) gemblengan tentara Jepang di tahun 1943.

Mendengar itu, Kobayashi mengangguk-angguk. Seolah dia mengenang masa-masa kekuasaan Jepang di Indonesia. Pejabat lulusan John F Kennedy School of Government, Harvard University itu lantas mengemukakan harapannya agar melalui peletakan patung tersebut dapat meningkatkan kerja sama lebih erat antara Indonesia dan Jepang.

Sedikit menyinggung tentang bidang tugasnya, Kobayashi yang juga politisi partai berkuasa Liberal Democratic Party (LDP) itu menyinggung soal pentingnya membina suasana damai antar negara.

"Indonesia dan Jepang sama-sama negara demokratis. Kita tentu sepakat bahwa demokrasi senantiasa memperjuangkan kedamaian. Karena itu, kami sangat prihatin dengan permasalahan di Laut China Selatan," ujarnya.

Sementara, Puti yang juga anggota Komisi X DPR RI mencoba tidak memasuki wilayah politik luar negeri lebih jauh. Dia hanya menegaskan bahwa sebagai warga negara Indonesia berharap persoalan Laut China Selatan bisa diselesaikan secara damai.

Paham tamunya tidak mau terseret dalam isu panas di Laut China Selatan, maka Kobayashi segera memecah suasana melemparkan statemen,

"Bagi saya, Indonesia bukan negara asing. Usia lima tahun saya pernah tinggal di Jakarta mengikuti ayah yang bekerja di sana. Kemudian setelah menjadi pejabat, saya juga mengunjungi Indonesia. Indonesia sungguh negara yang baik. Dalam konteks hankam, Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi Jepang," papar Kobayashi yang pernah menjabat Menteri Keuangan. [wah]  

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA