Berdasar informasi dari
CNN yang dikutip sesaat lalu, penyanderaan itu sudah berlangsung selama lebih dari delapan jam di sebuah area diplomatik di Dhaka.
Penyanderaan diwarnai baku tembak yang menewaskan dua orang perwira polisi dan melukai 40 orang lain kebanyakan warga sipil.
Meski kelompok Islamic State atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan teror itu, seperti diklaim lewat media Amaq, tapi beberapa pejabat keamanan Bangladesh meragukan klaim itu.
Kronologis dari
CNN menyebut penyanderaan bermula dari sekitar pukul 20.30 waktu setempat, Jumat malam (1/7). Sekelompok orang bersenjata menyerang Holey Artisan Bakery, sebuah kafe populer di kawasan ekspatriat itu.
Setelah mereka memasuki restoran, mereka menyandera para pengunjung.
Pemilik kafe, Sumon Reza, mengatakan, ia berhasil melarikan diri ketika enam sampai delapan orang bersenjata itu masuk ke kafenya. Sekitar 20 orang, beberapa dari mereka orang asing, berada di restoran.
"Seorang polisi yang bertugas stasiun terdekat ditembak mati. Petugas kedua meninggal karena luka tembak," jelas perwira polisi Dhaka, Sheikh Nazmul Alam.
Alam mengatakan, 40 orang terluka diakibatkan tembakan dari para pelaku dan pecahan dari alat peledak yang mereka lemparkan sebelum penyanderaan berlangsung.
"Saya mendengar serangan. Orang berlomba untuk berlindung, dan para pelaku bersenjata berteriak Allahu Akbar," ungkap saksi mata, Ataur Rahman.
Pejabat polisi Bangladhesh, Jenderal Benzir Ahmed, mengatakan, pihaknya berusaha untuk menyelesaikan penyanderaan secara damai.
ISIS memang mengklaim sejumlah serangan terakhir di negara yang dihuni 89 persen umat Muslim itu.
Tetapi pemerintah Bangladesh selalu membantah kehadiran ISIS di negerinya.
[ald]
BERITA TERKAIT: