Indonesia Ikut Berpartisipasi Di The 9th IPTC Qatar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 10 Desember 2015, 00:36 WIB
Indonesia Ikut Berpartisipasi Di The 9th IPTC Qatar
foto: kbri doha
rmol news logo . The 9th International Petroleum Technology Conference (IPTC) dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Qatar, H.E. Sheikh Abdullah Bin Nasser Bin Khalifa Al-Thani di Qatar National Convention Centre (QNCC) pada 7 Desember 2015.

Konferensi ini dipimpin bersama oleh Presiden dan CEO Qatar Petroleum, Saad Sherida al-Kaabi dan Direktur Shell Upstream International, Andy Brown.   

Tema dari IPTC ke-9 ini adalah "Technology and Partnerships for a Sustainable Energy Future", yang dibagi kepada 2 CEO Sesi Plenary, 5 Sesi Panel Strategis, 62 Sesi Panel Teknis, dengan 300 presentasi, pelatihan-pelatihan, dan pameran migas yang diikuti oleh 80 perusahaan, lembaga dan kementerian dari berbagai negara. Diperkirakan sekitar 5000 peserta hadir pada acara ini.

Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan ini melalui Pameran Potensi Migas Indonesia yang dilaksanakan oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM RI. Selain itu, keikutsertaan Indonesia pada Konferensi ini juga diwakili oleh Dirut Medco Energi yang menjadi pembicara pada salah satu sesi, serta perwakilan empat orang mahasiwa Indonesia yang masuk dalam seratus mahasiswa yang diundang oleh Panitia IPTC untuk mengikuti Youth IPTC Training.

Dalam sambutannya, PM/Menteri Dalam Negeri Qatar Sheikh Abdullah menegaskan bahwa Qatar secara konsisten mengoptimalkan sumber daya energinya dalam memenuhi permintaan pasar global. Penurunan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir sedikit banyaknya tentu memberikan pengaruh terhadap aktifitas industri energi Qatar dan kegiatan investasi Qatar di sektor migas. Untuk itu PM/Menteri Dalam Negeri Sheikh Abdullah berharap adanya dialog yang konstruktif antara produsen dan konsumen minyak, yang salah satunya dilakukan melalui Forum seperti IPTC ini.

Menteri Energi dan Industri Qatar, H.E. Dr. Mohammed Bin Saleh Al-Sada menyampaikan dalam sambutannya pada acara pembukaan bahwa dunia saat ini perlu memaksimalkan penggunaan teknologi modern untuk mengurangi anggaran operasional perusahaan, terlebih menyusul harga minyak yang merunun tajam. Untuk pengembangan teknologi tersebut, maka kemitraan dengan berbagai pihak perlu terus dikembangkan.

Dubes RI Doha, Deddy Saiful Hadi menyampaikan bahwa KBRI Doha mendukung penuh upaya berbagai pihak di Indonesia, baik dari kementerian, swasta, dan think-thank untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan perusahaan-perusahaan Qatar. Hubungan dan kerja sama kedua negara dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan.

"Presiden Jokowi yang telah berkunjung ke Qatar pada 14 September 2015 yang lalu juga menyampaikan harapannya agar hubungan dengan Qatar dan negara-negara Arab lainnya dapat lebih ditingkatkan, terutama di sektor ekonomi, investasi, energi dan perdagangan," demikian Dubes Deddy dalam keterangan yang dikirim KBRI Doha, Rabu (9/12). [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA