Unjuk rasa tersebut dilakukan sebagai bentuk pertentangan atas kebijakan-kebijakan pemerintah Korea Selatan yang dinilai melemahkan demokrasi.
Di antara kebijakan yang ditentang adalah rencana perubahan undangan-undang tenaga kerja dan kontrol yang lebih besar atas buku pelajaran sejarah.
Para pengunjuk rasa juga memprotes langkah pemerintah konservatif Presiden Park Geun-hye yang menerapkan sistem memberhentikan pekerja berdasarkan kinerja.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, sekitar 18 ribu personel kepolisian dikerahkan. Kendati demikian, tak ada aksi kekerasan yang dilaporkan terjadi dalam unjuk rasa tersebut. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: