IHSG dibuka di level 8.931, naik 47 poin dibandingkan penutupan Senin (12/1) di posisi 8.884.
Pada pukul 09.05 WIB, penguatan IHSG masih berlanjut meski sedikit menyempit. Indeks tercatat naik 0,42 persen atau 37 poin ke level 8.922.
Sepanjang perdagangan pagi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sementara di 8.953 dan terendah di 8.916, yang seluruhnya masih berada di zona hijau.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup ramai. Sebanyak 353 saham menguat, 171 saham melemah, dan 434 saham bergerak stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 271,5 ribu kali dengan nilai transaksi sebesar Rp2,12 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa tercatat mencapai Rp16,16 triliun.
Dari sisi sektoral, sembilan sektor menguat dan hanya dua sektor yang mengalami koreksi. Sektor infrastruktur turun tipis 0,07 persen ke level 2.678, sementara sektor transportasi melemah 0,52 persen menjadi 2.135.
Adapun sektor-sektor yang mencatatkan penguatan dipimpin oleh sektor industri yang naik 1,04 persen ke level 2.414 dan sektor bahan baku yang juga menguat 1,04 persen ke level 2.286. Sektor properti naik 0,99 persen menjadi 1.265, sektor kesehatan menguat 0,69 persen ke level 2.119, dan sektor keuangan bertambah 0,64 persen ke level 1.534.
Sementara itu, sektor energi menguat 0,36 persen ke level 4.829, sektor teknologi naik 0,26 persen menjadi 9.752, sektor konsumer nonprimer naik 0,46 persen ke level 816, dan sektor konsumer primer menguat tipis 0,01 persen ke posisi 1.369.
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan pagi ini.
Pelemahan terjadi setelah salah satu pejabat Federal Reserve memberikan sinyal bahwa bank sentral AS belum terburu-buru untuk menurunkan suku bunga acuan.
Dikutip dari Bloomberg, pada pukul 09.15 WIB, Rupiah diperdagangkan di level Rp16.872 per Dolar AS, melemah 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp16.855 per Dolar AS.
Rupiah sendiri dibuka di posisi Rp16.874 per Dolar AS, turun 19 poin atau 0,11 persen di pasar spot.
Pelemahan Rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia.
Peso Filipina melemah 0,04 persen, Yen Jepang turun 0,31 persen, Dolar Singapura melemah 0,04 persen, Won Korea Selatan turun 0,32 persen, dan Baht Thailand tertekan 0,40 persen.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama negara maju bervariasi. Euro Eropa melemah 0,05 persen, GFranc Swiss turun 0,04 persen, Dolar Australia menguat 0,09 persen, dan Dolar Kanada naik tipis 0,01 persen.
BERITA TERKAIT: