Shorten yang merupakan tokoh nomor satu di Partai Buruh Australia itu di hadapan parlemen rendah Australia. Ia menyebut bahwa RUU itu berdasarkan dukungan publik yang berkembang di negeri kanguru, terutama setelah Irlandia melegalkan pernikahan sesama jenis bulan lalu.
"Hukum bangsa kita harus memberikan kita harapan. Hukum kita harus memberitahukan kepada anak-anak kita soal apa yang kita yakini. Hukum kita harus memberitahu orang asing soal siapa warga Australia," kata Shorten kepada parlemen seperti dimuat
Reuters.
Perlu dikabarkan, dalam sebuah survei telepon terhadap 1.000 orang yang digelar oleh lembaga polling Crosby-Textor tahun lalu ditemukan bahwa 72 persen warga Australia mendukung dilegalkannya pernikahan sesama jenis.
Sementara itu Perdana Menteri tony Abbott menekankan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus untuk meloloskan undang-undang untuk membantu usaha kecil dan tidak ingin suara pada pernikahan sesama jenis menjadi pengalih isu.
"Saya menerima bahwa pernikahan sesama jenis adalah masalah yang signifikan," katanya kepada wartawan.
"Tapi terus terang, prioritas mendasar pemerintah mutlak adalah untuk meningkatkan anggaran usaha kecil," tegas Abbott.
[mel]
BERITA TERKAIT: