"Apa yang dibutuhkan pada saat ini adalah sumber pencarian dan penyelamatan tambahan untuk mendukung apa yang sudah dilakukan," kata perwakilan UNHCR Filipina Bernard Kerblat saat konferensi pers di Manila (Rabu, 27/5).
Dalam kesempatan itu, seperti dimuat
Channel News Asia, turut hadir Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Ia menekankan bahwa isu migrasi yang tidak teratur yang terjadi di kawasan Asia Tenggara merupakan krisis yang berlarut-larut.
Berdasarkan data IOM, penyelundupan imigran Rohingya pertama kali tercatat pada tahun 2004 lalu.
Kerblat sendiri mengatakan bahwa Filipina adalah mercusuar harapan di Asia Tenggara. Filipina telah membantu puluhan Rohingya yang beresiko diperdagangakan di masa lalu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: