Pejabat dari Korea Aerospace Research Institute (KARI) mengatakan sinyal beacon dari Satellite-3A (KOMSAT-3A) serbaguna Korea dijemput oleh Stasiun Satelit Troll Norwegia di Antartika sekitar 32 menit setelah peluncuran.
Satelit berbobot 1.100 kilogram itu dikirim ke luar angkasa dengan roket Rusia, Dnepr, yakni kendaraan peluncur yang dikonversi dari rudal balistik antarbenua era Soviet.
Satelit ilmiah Korea Selatan itu dirancang untuk melengkapi tiga satelit ilmiah serbaguna Korea Selatan lainnya yang saat ini beroperasi.
Yonhap mengabarkan, KOMSAT-3A dilengkapi dengan lensa optik dengan resolusi tertinggi sejauh ini bila dibandingkan dengan satelit Korea Selatan lainnya yang dapat memberikan gambar yang jelas dari setiap objek yang lebih besar dari 0,5 meter dengan diameter di permukaan bumi.
Satelit itu juga dilengkapi dengan sensor infra merah yang dapat mendeteksi perubahan suhu, memungkinkan untuk memonitor setiap gerakan vulkanik atau kebakaran hutan.
KOMSAT-3A akan bersama dengan KOMSAT-5 di luar angkasa, KOMSAT-5 merupakan satelit ilmiah pertama negara itu dengan radar aperture sintetis yang diluncurkan pada bulan Agustus 2013.
KOMSAT-3A akan mengelilingi Bumi sekitar 15 kali sehari dalam orbit sinkron untuk empat tahun ke depan.
[mel]
BERITA TERKAIT: