Peneliti: Gajah Afrika Bisa Punah Dalam Dua Dekade Mendatang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 24 Maret 2015, 15:16 WIB
Peneliti: Gajah Afrika Bisa Punah Dalam Dua Dekade Mendatang
ilustrasi gajah afrika/net
rmol news logo Gajah-gajah Afrika akan punah dalam beberapa dekade mendatang bila tidak ada peningkatan perlindungan. Terutama mengingat makin maraknya perburuan gading gajah untuk tujuan komersil.

"Spesies ini bisa punah dari kehidupan kita, dalam kurun waktu satu atau dua dekade, bila trend saat ini terus berlanjut," kata peneliti Senior Vulcan, Dune Ives dalam acara Africa Elephant Summit di Botswana.

Perlu diketahui, Vulcan sendiri adalah organisasi filantropi yang digerakkan oleh miliuner Amerika Serikat, Paul Allen.

Sementara itu, dalam Africa Elephant Summit, sejumlah delegasi dari sejumlah negara di Eropa, Afrika, dan Asia ikut hadir.

"Dalam waktu lima tahun kita mungkin kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan hewan yang ikonik dan indah itu," sambungnya seperti dimuat The Guardian (Selasa, 24/3).

Africa Elephant Summit itu digelar menyusul data terbaru yang menunjukkan bahwa populasi gajah Afrika turun dari 550 ribu pada tahun 2006 menjadi 470 ribu pada tahun 2013.

"Tingkat pembunuhan baru-baru ini tidak berkelanjutan dan populasi gajah Afrika tengah dalam bahaya," kata delegasi dari Kementerian Lingkungan Botswanan, Elias Magosi.

Dalam data itu juga disebutkan bahwa gading gajah biasanya dijual seharga 100 dolar AS per kilogramnya dari para pemburu dan dijual dengan harga dua kali lipat di pasaran. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA