Bukan hanya itu, berdasarkan laporan dari parlemen Pakistan, ada sekitar 282 orang yang terluka akibat serangan drone. Selain itu juga ada hampir 210 rumah dan 60 kendaraan yang rusak akibat serangan drone Amerika Serikat.
Menurut laporan yang sama, sejauh ini baru 43 keluarga dari para korban tewas itu yang baru menerima kompensasi.
Namun seperti dimuat
Press TV (Senin, 23/3), laporan tersebut dibantah oleh aktivis HAM di Islamabad yang menyebut bahwa jumlah tersebut sebenarnya jauh lebih besar, bahkan bisa menyentuh angka 4 ribu jiwa.
Pemerintah Pakistan juga mengklaim bahwa sebagian besar korban tewas dalam serangan drone itu adalah militan garis keras. Akan tetapi aktivis HAM menyebut bahwa sebagian besar korban tewas justru adalah warga sipil.
Operasi drone di wilayah Pakistan telah dimulai di masa pemeirntahan Presiden Amerika Serikat George W. Bush tahun 2004 lalu dan dilanjutkan hingga masa pemerintahan presiden Barack Obama. Operasi tersebut dilakukan dengan dalih untuk mempertahankan diri dan menargetkan militan.
[mel]
BERITA TERKAIT: