Penangkapan itu dilakukan menyusul aksi penyisiran besar-besaran yang dilakukan oleh militer Tunisia menyusl serangan yang menewaskan 23 orang Rabu lalu.
Pihak keamanan Tunisia belum mengkonfirmasi soal apakah benar dua pelaku penembakan yang tewas di lokasi kejadian merupakan bagian dari kelompok militan ISIS. Namun demikian, kedua pelaku itu telah berhasil diidentifikasi.
Kedua pelaku diketahui pernah dilatih di kamp jihadis di Libya. Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Tunisia, dua kedua pelaku direkrut di sebuah masjid di Tunisia dan dikirim ke Libya September lalu.
Sebelumnya, seperti dimuat
Reuters, menyusul serangan itu, rekaman audio yang diduga berasal dari ISIS mengklaim bahwa kedua penyerang merupakan bagian dari ISIS.
ISIS pun memuji keberanian keduanya untuk melakukan aksi itu hingga tewas di lokasi. Suara dalam rekaman itu bahkan menyebut bahwa kedua pelaku merupakan ksatria ISIS.
Kendati demikian, belum bisa dipastikan soal keaslian rekaman itu dan pihak Tunisia pun belum mengkonfirmasi soal hal tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: