
Lebih dari 46 ribu akun twitter digunakan oleh para pendukung ISIS. Hal ini sebagaimana sebuah laporan setebal 68 halama dari lembaga Brookings Institution yang berpusat di Washington, Amerika Serikat.
Analisis oleh Brookings menemukan bahwa sebagian besar pendukung kelompok militan tersebut berada di wilayah yang dikuasai ISIS, yaitu Irak dan Suriah. Laporan tersebut mengatakan bahwa akun-akun ini digunakan aktif sejak September hingga Desember 2014, walaupun tidak semuanya aktif pada saat yang sama.
"Perusahaan-perusahaan media sosial dan pemerintah AS harus bekerja sama untuk menyusun tanggapan yang tepat terhadap ekstremisme di media sosial," menurut laporan itu sebagaimana dilansir
Voanews (Sabtu, 7/3).
Disebutkan laporan itu bahwa ISIS menggunakan media sosial untuk memasang video dan gambar-gambar pemenggalan terhadap para sandera, termasuk pembunuhan sandera dengan cara lain.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: