Austria Wajibkan Imam Bisa Bahasa Jerman, Muslim Austria Protes

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 26 Februari 2015, 15:21 WIB
Austria Wajibkan Imam Bisa Bahasa Jerman, Muslim Austria Protes
foto/net
rmol news logo Pemimpin agama Islam atau Imam di Austria diwajibkan untuk bisa berbahasa Jerman. Hal itu tertuang dalam aturan baru yang diloloskan oleh parlemen Austria pada Rabu (25/2).

Bukan hanya itu, dalam aturan yang sama, Austria juga melarang pendanaan organisasi Muslim oleh sumber-sumber asing.

"Kami ingin masa depan di mana peningkatan jumlah imam berbahasa Jerman tumbuh di Austria dan bisa memberikan contoh positif bagi umat Muslim generasi muda," kata Menteri Integrasi Austria Sebastian Kurz.

Ia menekankan bahwa aturan itu dibuat dengan tujuan untuk mempromosikan karakter Islam di Eropa dengan meredupkan pengaruh dan dana dari organisasi-organisasi asing.

Menyusul aturan itu, pada hari ini (Kamis, 26/2), aksi unjuk rasa terjadi di luar gedung parlemen di Vienna. Sejumlah kelompok Muslim di negara itu menyebut bahwa aturan tersebut diskriminatif.

"Austri akan kembali ke 100 tahun yang lalu terkait kebebasan soal aturan Islam," kata seorang pimpinan Muslim Mehmet Gormez.

Seperti dimuat Press TV, enam persen dari keseluruhan penduduk Austria adalah Muslim. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA