"Kami mengadakan kontak dengan Mesir dan pihak lain untuk memberitahu mereka bahwa Hamas berkomitmen dengan perjanjian gencatan senjata yang dicapai di Kairo pada 26 Agustus," kata Wakil kepala Hamas Ismail Haneya seperti dimuat
Xinhua.
Penegasan Hamas itu dilakukan setelah hubungan Israel dan Hamas kembali memanas pekan ini. Hal itu dikarenakan adanya seorang militan Hamas yang tewas dalam pertempuran senjata pendek dengan kekuatan darat militer Israel di dekat perbatasan antara jalur Gaza dan tenggara Israel. Serangan terjadi setelah sniper menembak Hamas dan melukai seorang tentara Israel lainnya.
Setelah insiden itu Israel melalui Mesir dan mediator lainnya memperingatkan untuk mengambil langkah yang lebih serius bila Hamas melakukan serangan lainnya.
Pimpinan Hamas pun kembali bertemu dengan perwakilan dari faksi-faksi politik dan kekuasaan, dan setuju bahwa mereka semua berkomitmen untuk tetap melakukan gencatan senjata.
Gencatan senjata yang dimaksud merujuk pada gencatan senjata yang dibuat di Kairo, 50 hari setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza yang menewaskan sekitar 2.200 warga Palestina dan 70 warga Israel.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: