"Saya tahu bahwa ini bukanlah bencana biasa," kata mantan Perdana Menteri Australia John Howard dalam sebuah wawancara untuk memperingati 10 tahun tsunami Aceh yang dipublikasikan pada Jumat (26/12) seperti dikabarkan
AFP.
Pasalnya, perlu diketahui bahwa hubungan Australia dan Indonesia berada pada fase yang buruh di tahun-tahun sebelum terjadinya bencana tsunami. Hal itu disebabkan oleh kemerdekaan Timor Timur tahun 1999 dan teror bom Bali tahun 2002 di mana ada 88 warga Australia yang menjadi korban tewas.
Namun ketika tsunami menghantam Aceh, Australia menjadi salah satu negara yang ikut membantu dalam proses penanganan hingga pemulihan pasca bencana.
"Kami mengalokasikan satu miliar dolar Australia untuk paket bantuan bagi Indonesia. Itu adalah kontribusi bantuan tunggal terbesar dalam sejarah Australia," sambung Howard yang pada saat tsunami Aceh terjadi madih menduduki kursi Perdana Menteri Australia.
Bantuan tersebut agaknya menjadi titik balik hubungan bilateral kedua negara. Howard menyebut, pasca tsunami, tepatnya tahun 2005, Presiden Indonesia saat itu Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan ucapan terimakasih kepada Australia atas bantuannya dalam bencana tsunami tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: