Keputusan terbaru yang diambil Obama tersebut merupakan bentuk penolakan atas aneksasi yang dilakukan oleh Rusia kepada Krimea yang semula merupakan bagian dari wilayah kedaulatan Ukraina.
"Perintah eksekutif dimaksudkan untuk memberikan kejelasan kepada perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat yang melakukan bisnis di wilayah tersebut dan menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat tidak akan menerima pendudukan Rusia yang berupaya menangeksasi Krimea," kata Obama dalam sebuah pernyataan yang dikutip
BBC pada Jumat (19/12).
Bukan hanya larangan ekspor itu, warga ataupun perusahan Amerika Serikat pun saat ini tidak lagi bisa membeli real estate, membuka bisnis, ataupun mendanai perusahaan di Krimea.
Perlu diketahui, Obama dan pemimpin-pemimpin negara Barat kerap menggaungkan penolakan terhadap Rusia yang dinilai ikut campur dalam masalah dalam negeri Ukraina yang berujung pada pelepasan diri Krimea dan konflik di wilayah timur Ukraina seperti Donetsk dan Luhansk.
Krimea sendiri melakukan referendum dan memutuskan untuk melepaskan diri dari Ukraina pada bulan April lalu menyusul konflik internal dan pelengseran presiden Viktor Yanukovych.
Selain menyerukan pelarangan ekspor, Obama juga menerapkan sanksi baru baik terhadap 24 warga maupun perusahaan Rusia dan Ukraina yang dinilai ikut terlibat dalam konflik tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: