Diketahui, ketiga negara tersebut telah menarik para duta besarnya dari Qatar pada Maret tahun ini karena menuding negara tersebut merusak keamanan dalam negeri dengan memberikan dukungan kepada gerakan kelompok Ikhwanul Muslimin.
Langkah pengembalian duta besar ke Qatar dilakukan setelah ketiga negara yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) menggelar pertemuan darurat di Riyadh pada Minggu (16/11). Pasalnya, hal tersebut dapat mengancam KTT tahunan GCC yang rencananya akan digelar di Doha Qatar pada Desember mendatang.
Dalam pertemuan itu ketiga negara sepakat membuka lembaran baru dalam hubungan enam negara yang tergabung dalam organisasi Teluk itu, termasuk Kuwait dan Oman.
"Berdasarkan itu, kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kerajaan Bahrain memutuskan untuk kembali duta besar mereka ke negara Qatar," GCC dalam pernyataan yang dikutip
Reuters.
Perlu diketahui, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris.
Sementara itu Qatar dinilai telah memberikan dukungan bagi Ikhwanul Muslimin di Mesir, Uni Emirat Arab, dan Libya. Hal itu terlihat dari perlindungan yang diberikan oleh Qatar kepada beberapa anggota Ikhwanul Muslimin. Namun Qatar sendiri telah membantah tudingan itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: