Tim tersebut dikirim untuk membantu pembangunan dan pengoperasian rumah sakit dan fasilitas medis untuk menangani pasien-pasien yang dideteksi mengidap virus tersebut. Tim Tiongkok sendiri akan mengoperasikan sekitar 100 tempat tidur bagi pasien Ebola di ibukota Liberia Monrovia.
Liberia sendiri merupakan salah satu negara yang terkena dampak terburuk penularan Ebola di wilayah Afrika Barat.
Sejauh ini WHO mencatat setidaknya ada 13.268 kasus Ebola, terutama di tiga negara di Afrika Barat yakni Liberia, Sierra Leone dan Guinea. Bukan hanya itu, virus yang menyebar lewat cairan buangan tubuh itu juga telah merenggut lebih dari lima ribu jiwa.
Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu Yandong menyebut, saat ini setidaknya ada 260 staf medis yang dikirim ke sejumlah negara di Afrika Barat. Jumlah tersebut akan meningkat mencapai 400 pada akhir tahun ini. Jumlah tersebut membuat Tiongkok menjadi negara terbesar yang memberikan bantuan personel asing untuk menangani Ebola.
"Saya berharap pekerja dan pakar medis bisa membawa pengalaman Tiongkok yang diperoleh dari perjuangan melawan epidemi besar seperti SARS ke negara-negara lain," tandas Liu seperti dikabarkan
China Daily.
[mel]
BERITA TERKAIT: