Begitu Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders di Kharkiv, Ukraina usai upacara pelepasan lima jenazah korban MH17 yang diterbangkan ke Belanda.
"Kami tidak bisa mengatakan sekarang ini secara pasti ... pada saat apa dan bahkan kapan kami dapat menemukan sembilan jenazah terakhir itu," katanya seperti dikutip
BBC (Minggu, 9/11).
Namun begitu, Koenders mengaku bahwa pemerintah Belanda tetap akan melakukan segala cara untuk mewujudkan penemuan jezah-jenazah itu, termasuk bekerjasama dengan pihak yang berwenang.
"Tapi kami akan melakukan segala yang bisa dilakukan termasuk bekerjasama dengan pihak berwenang di sini, untuk mewujudkan hal itu," tegasnya.
Bert Koenders menambahkan, para ahli melakukan segala yang bisa dilakukan dalam proses identifikasi, namun terbentur pada situasi keamanan.
Penyelidikan pertama di lokasi puing-puing Agustus lalu terhenti karena pertempuran sengit di kawasan itu antara tentara Ukraina dan pemberontak. Mereka kembali pada bulan September setelah dicapainya gencatan senjata, ditandai empat kali kunjungan para ahli ke lokasi.
Boeing 777 Malaysia Airlines yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur, jatuh pada 17 Juli 2014 di wilayah Ukraina yang dikuasai pemberontak pro-Rusia. Hasil penelitian tim Belanda bulan September lalu menyimpulkan, MH17 dihantam oleh sejumlah benda berenergi tinggi. Laporan itu tidak menyebutkan secara spesifik, namun diyakini bahwa yang dimaksud adalah rudal darat ke udara, yang diluncurkan dari daerah yang dikuasai pemberontak pro Rusia.
[ian]
BERITA TERKAIT: