Koordinator pencarian asal Australia, Peter Foley menyebut, area pencarian laut yang disisir saat ini cukup luas sehingga memerlukan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi faktor cuaca yang tidak jarang menghambat proses pencarian.
Kendati demikian ia optimis pencarian kali ini akan membuahkan hasil, mengingat adanya keterlibatan dua buah kapal yang memiliki sonar berteknologi tinggi dalam operasi pencarian kali ini.
"Kami bisa menemukan bidang puing kapanpun, tapi dengan ukuran wilayah (pencarian), kita memerlukan waktu berbulan-bulan," kata Foley dikutip
Associated Press (Jumat, 24/10).
Namun demikian, hingga saat ini proses pencarian yang melibatkan kapal Fugro Equator milik kontraktor Belanda Furgo dan kapal GO Phoenix milik Malaysia itu belum juga mengkonfirmasi adanya puing yang ditemukan.
Diketahui pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370 yang mengangkut 239 orang itu menghilang dari radar dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret lalu.
Dari sejumlah data dan informasi yang dihimpun, pesawat diduga hilang di wilayah perairan Samudera Hindia.
Fase pencarian terbaru yang dimulai awal Oktober ini diketahui menyisir wilayah perairan seluas 60 ribu kilometer persegi.
[mel]
BERITA TERKAIT: