Israel diperkirakan hanya akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 2.2 persen pada tahun 2014 ini.
Begitu prediksi Badan Pusat Statistik Israel dalam sebuah laporan (Senin, 20/10). Dalam laporan disebutkan, angka pertumbuhan itu merupakan yang terendah bagi Israel selama kurun waktu lima tahun terakhir.
Perkiraan awal itu menjadi tanda penurunan secara siginifikan perekonomian Israel dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2013 Produk Domestik Bruto (GDP) Israel tercatat hanya tumbuh sebesar 3.2 persen. Sedangkan pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3 persen.
Perkiraan itu didasarkan pada tanda-tanda adanya perlambatan ekonomi Israel. Pada paruh pertama tahun 2014, Produk Domestik Bruto (PDB) Israel tumbuh sebesar 2.5 persen.
Akan tetapi akibat kampanye militer dan serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel ke Jalur Gaza selama 50 hari beberapa bulan lalu menyebabkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi sebesar 0.3 persen. Perlambatan itu terutama akibat lesunya ekspor Israel.
Bukan hanya itu, dikutip
Xinhua, konflik Israel dan kelompok Hamas di Jalur Gaza yang baru berakhir dengan perjanjian gencatan senjata 26 Agustus lalu itu juga menyebabkan pemerintah Israel kehilangan dana sekitar 2.2 triliun dolar AS.
Pertumbuhan ekonomi Israel diperkiraka akan semakin lambat pada paruh kedua tahun 2014, tertutama disebabkan oleh kontraksi di sektor pariwisata.
[mel]
BERITA TERKAIT: