Lewat sebuah pernyataan, keluarga Whitlam menyebut, ia meninggal dunia di Sydney. Jasadnya akan dikremasi dan akan diadakan upacara peringatan publik.
Pemimpin yang dikenal kontroversial itu menduduki kursi Perdana Menteri Australia antara tahun 1972 hingga 1975. Semasa kepemimpinannya, ia melakukan reformasi, inovasi legislatif dan sosial melalui kebijakannya dalam sejumlah sektor. Pada saat itu kebijakannya kerap dinilai radikal, namun saat ini kebijakan itu diterima dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah kebijakan Whitlam pada saat itu di antaranya adalah memperkenalkan pendidikan universitas gratis, menghapuskan hukuman mati, serta memungkinkan imigran yang tidak berkulit putih untuk masuk ke Australia.
Selain itu, Whitlam juga merupakan pemimpin Australia pertama yang mengunjungi Tiongkok dan membangun hubungan diplomatik hingga saat ini dapat berkembang menjadi kemitraan strategis perdagangan.
Perdana Menteri Australia saat ini Tony Abbott menyebut, dengan jasanya di masa lalu, Whitlam meninggalkan warisan abadi. Demi mengenangnya, hari ini seluruh Australia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung.
"Saya pikir adil untuk mengatakan, terlepas dari politik seseorang, bangsa ini telah kehilangan legenda," kata pemimpin partai oposisi Australia Bill Shorten dikutip
BBC.
Whitlam yang sempat memimpin Partai Buruh diketahui memenangi pemilihan pada Desember 1972 lalu. Ia terkenal dengan tagline kampanyenya "It's the Time".
[mel]
BERITA TERKAIT: