Penangkapan ini, menurut ayah Malala, Ziauddin Yousafaizai menjadi pertanda kemajuan dalam penegakan hukum di Pakistan.
"Awal harapan nyata bagi Pakistan," kata dia, sebagaimana dikutip
Voanews (Minggu, 14/9).
Pihak berwenang mengatakan mereka berusaha membunuh Malala atas perintah Taliban Pakistan. Mereka merupakan anggota kelompok yang menaungi organisasi militan di wilayah-wilayah kesukuan Pakistan dan telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Diketahui, Malala ditembak di bagian kepala oleh kelompok Taliban itu dalam perjalanan ke rumah dari sekolahnya. Pasca penambakan, kelompok tersebut juga membakar bus sekolah yang membawa rekan-rekannya.
Malala yang tertembak di bagian kepala segera dilarikan ke Inggris untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut setelah mendapatkan perawatan awal di Pakistan. Nyawa Malala pun berhasil diselamatkan dan kondisinya kembali pulih. Hingga kini dia tinggal di sana bersama keluarganya, menghindari ancaman keselamatan di Pakistan.
[ian]