Bahkan ada kabar yang menyebutkan bahwa sebagian besar barang bukti penting telah secara sengaja dihilangkan oleh para militan. Tidak hanya itu, mayat-mayat korban kecelakaan juga sudah berpindah dari tempat semula.
"Lokasi kejadian sudah tidak aman. Ada beberapa laporan mayat-mayat dipindahkan, bagian pesawat dan puing-puing lainnya diseret-seret, dan bukti potensial dirusak," kata jurubicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki, dalam sebuah pernyataan yang dilansir
IBN Live (Minggu, 20/7).
Psaki menambahkan, sejauh ini kelompok separatis di timur Ukraina itu hanya memberikan akses terbatas kepada ahli internasional. Untuk itu, ia menyerukan kepada militrahn agar memberi akses bagi penyelidikan internasional secara penuh, yang kredibel, dan tanpa hambatan secepat mungkin di lokasi kejadian.
"Ini tidak bisa diterima. Ini merupakan penghinaan terhadap semua orang yang kehilangan orang yang dicintai dan martabat para korban," lanjut Psaki.
[ian]
BERITA TERKAIT: