Sudan Selatan Hadapi Ancaman Krisis Pangan terburuk Bulan Depan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 03 Juli 2014, 14:00 WIB
Sudan Selatan Hadapi Ancaman Krisis Pangan terburuk Bulan Depan
ilustrasi/net
rmol news logo Sekitar empat juga warga Sudan Selatan dikhawatirkan mengalami kekurangan pangan kritis pada bulan depan.

"Bila konflik di Sudan Selatan berlanjut, dan bantuan lebih tidak dapat disalurkan, maka pada Agustus agaknya sejumlah warga lokal Sudan Selatan akan mengalami kelaparan," kata Badan Bantuan Inggris, Disasters Emergency Committee (DEC) pada Rabu (2/7).

Presiden Sudan Selatan sendiri telah memperingatkan sebelumnya mengenai kemungkinan krisis pangan yang akan menyebabkan kelaparan terburuk yang pernah terjadi.

Diketahui, terdapat lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka sejak terjadinya konflik antara faksi-faksi yang berbeda di negara yang baru merdeka tahun 2011 lalu itu.

Konflik yang bermula dari sengketa politik antara Presiden Salva Kiir dan mantan wakil presidennya Riek Machar itu kemudian meningkat menjadi kekerasan etnis.

DEC yang menyatukan 13 badan amal Inggris untuk menangani krisis internasional itu menyebut pihaknya memiliki kurang dari setengah dana yang dibutuhkan untuk mencegah krisis pangan di Sudan Selatan.

Dikabarkan BBC, DEC memperkirakan bantuan darurat bagi Sudan Selatan membutuhkan dana sebesar £ 113 juta. Namun pihaknya baru menerima bantuan dana sebesar £ 56 juta. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA