Berdasarkan keterangan dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan, proyektil roket meluncur sekitar 180 kilometer sebelum akhirnya jatuh di perairan.
Korea Utara diketahui kerap melakukan rangkaian peluncuran roket dan rudal ke laut dalam beberapa bulan terakhir. Aksi Korea Utara itu memicu kritik terutama dari Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Peluncuran roket tersebut terjadi sehari setelah Korea Utara mengajukan usulan khusus untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan demi mengurangi ketegangan militer.
Diketahui, Korea Utara sebelumnya mengusulkan untuk menghentikan sepenuhnya aktivitas militer yang memicu ketagangan di semananjung pada pekan ini bila Korea Selatan mau memenuhi sejumlah syarat.
Syarat yang dimaksud adalah menghentikan gangguan di wilayah perairan dan menghentikan latihan menembak di wilayah dekat pulau-pulau perbatasan maritim yang disengketakan kedua negara. Selain itu Korea Selatan juga harus menarik peralatan militer milik Amerika Serikat termasuk kapal induk dan pembom strategis.
Korea Utara juga meminta Korea Selatan untuk membatalkan latihan militer bersama yang direncanakan dengan Amerika Serikat pada Agustus mendatang.
Namun, dikabarkan
CNN, Korea Selatan tidak menindaklanjuti usulan Korea Utara itu.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan menyebut bahwa masalah sesungguhnya dari perdamaian di semenanjung adalah misil serta pembangunan senjata nuklir Korea Utara.
"Bila Korea Utara benar-benar berharap perdamaian di semenanjung Korea, maka Korea Utara bukan hanya harus menghentikan umpatan dan ancaman atau provokasi, tapi juga menunjukkan ketulusannya dalam menyelesaikan masalah nuklir," kata keterangan kementerian.
[mel]
BERITA TERKAIT: