Namun ketiganya ditemukan telah menjadi mayat di sebuah lubang yang terdapat di dekat kota Halhul, sebelah utara Hebron.
Menyusul penemuan ketiganya, pasukan keamanan dan tim forensik Israel segera melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Presiden Israel Shimon Peres juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tewasnya Naftali Frenkel, Gilad Shaar, dan Eyal Yifrach itu.
"Seluruh bangsa berada dalam kesedihan yang mendalam," kata Peres dalam sebuah keterangan yang dikutip
BBC.
"Di tengah kesedihan yang mendalam, kami tetap bertekad untuk menghukum keras para teroris kriminal," sambungnya.
Ketiga remaja pria Israel itu diketahui menghilang pada 12 Juni lalu. Sejak saat itu, pasukan Israel melakukan pencarian besar-besaran untuk menemukan ketiganya. Bahkan lebih dari 400 warga Palestina telah ditangkap dan lima orang tewas di dalam pertempuran yang timbul di tengah proses pencarian.
Kasus ini menjadi masalah serius dalam hubungan antara Israel dan Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menuding kematian ketiga remaja itu merupakan ulah kelompok militan Palestina, Hamas.
Netanyahu bahkan menyebut kejadian itu merupakan konsekuensi dari pemerintahan bersama yang dibangun oleh kelompoh Hamas dan Fatah di Palestina.
[mel]
BERITA TERKAIT: