Snowden justru menggambarkan dirinya sebagai seorang mata-mata terlatih yang mengkhususkan diri dalam pengawasan elektronik.
Hal itu diungkapkannya dalam sebuah wawancara ekslusif dengan jaringan televisi Amerika Serikat NBC seperti dikutip
BBC (Rabu, 28/5).
Dalam petikan wawancara tersbut, Snowden menyebut bahwa dirinya kerap melakukan penyamaran di luar negeri dengan menggunakan identitas lain ketika masih bekerja bagi badan intelejen Amerika Serikat, CIA dan NSA.
Snowden menyebut bahwa AS saat ini memiliki intelejen yang lebih baik dari komputer dari pada manusia.
Namun ia menegaskan bahwa dirinya merupakan ahli teknis dan tidak merekrut agen.
"Apa yang saya lakukan adalah saya menempatkan sistem untuk dapat bekerja bagi AS," kata Snowden.
"Dan saya telah melakukan itu pada semua tingkatan, dari bawah ke atas. Sekarang pemerintah mungkin menolak hal itu dengan cara tertentu dan berkata "Oh, baiklah, dia adalah seorang analis tingkat rendah'," lanjutnya menyindir klaim yang berkembang tentang dirinya.
Snowden diketahui melarikan diri dari Amerika Serikat pada Mei tahun lalu setelah membocorkan data mengenai kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh NSA.
Ia kemudian mendapatkan suaka sementara dari Rusia hingga saat ini.
Sebelum melarikan diri, Snowden bekerja sebagai teknisi untuk Booz Allen yang merupakan kontraktor rasksasa pemerintah raksasa untuk NSA.
[mel]
BERITA TERKAIT: