Kendati keberadaan Yingluck belum diketahui sejak kudeta tak berdarah dilucurkan, namun ia dan orang-orang dekatnya itu harus melapor ke badan sementara yang baru dibentuk militer atau National Peace and Command Maintaining Council (NPOCM) di auditorium Royal Thai Army di Thewes.
Hal itu ditegaskan oleh Wakil juru bicara militer Winthai Suvaree dalam siaran televisi seperti dikabarkan
Bangkokpost.
Bukan hanya Yingluck dan 22 politisi dekatnya, tapi Perdana Menteri sementara Thailand yang termakzulkan Niwattumrong Boonsongpaisan beserta 17 anggota kabinet lainnya juga diharuskan melapor pada hari ini.
Diketahui bahwa militer resmi mengambil alih kendali atas pemerintahan Thailand pada Kamis (22/5).
Melalui pernyataan yang disiarkan melalui televisi, Panglima Angkatan Darat Bersenjata Thailand, Jenderal Prayuth Chan-Ocha menyebut pengambilalihan kekuasaan dilakukan demi memulihkan tertiban dan menerapkan reformasi publik.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: