Melalui pernyataan yang disiarkan melalui televisi, Panglima Angkatan Darat Bersenjata Thailand, Jenderal Prayuth Chan-Ocha menyebut pengambilalihan kekuasaan dilakukan demi memulihkan tertiban dan menerapkan reformasi publik.
Kudeta tak berdarah itu, seperi dikabarkan
BBC, dilakukan setelah muncul pernyataan keadaan darurat menyusul krisis politik yang melanda negeri gajah putih itu sejak enem bulan terakhir.
Diketahui bahwa krisis politik yang terjadi di Thailand bermula dari unjuk rasa anti pemerintahan yang dipimpin oleh oposisi di Bangkok tahun lalu untuk menuntut Perdana Menteri Yingluck Shinawatra mundur. Pengunjuk rasa menilai bahwa pemerintah Yingluck dikendalikan oleh kakaknya yang juga mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Thaksin diketahui mengasingkan diri ke luar negeri setelah digulingkan dari kekuasaanya pada tahun 2006 lalu.
Menanggapi unjuk rasa, Yingluck pada akhir tahun lalu memutuskan membubarkan parleman dan segera menggelar pemilu pada awal tahun ini. Namun upaya tersebut tidak berhasil memecahkan kebuntuan politik, terutama setelah pemilu diboikot oleh oposisi.
Kemudian pada awal Mei lalu, Mahkamah Konstitusi Thailand memerintahakan Yingluck untuk mengundurkan diri setelah dinyatakan bersalah telah menyalahgunakan kekuasaan dalam kasus pemindahan jabatan Sekretaris Janderal Dewan Keamanan Nasional atau National Security Council (NSC) Thawil Pliensri pada tahun 2011 lalu.
Beberapa saat setelah militer menyatakan kudeta, menurut Kepala Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya di KBRI Bangkok Subandrio, seluruh stasiun televisi diblokir sehingga tidak ada siaran televisi. Sedangkan militer berjanji akan segera melansir infromasi lebih lanjut.
[mel]
BERITA TERKAIT: