Diketahui bahwa pada Sabtu pekan lalu (12/4), pihak oposisi mengunggah video mengenai serangan terhadap puluhan warga di wilayah Kafr Zeita (provinsi Hama) dan Al-Tamanaa (provinsi Idlib).
Serangan terhadap sejumlah warga sipil termasuk anak-anak itu dikabarkan menggunakan gas klorin, sehingga membuat mereka kesulitan untuk bernafas. Namun tidak ada kabar yang menyebutkan adanya korban jiwa akibat insisden tersebut.
Dua kota tersebut merupakan basis kuat kelompok pemberontak.
Menurut Hama Media Center yang dibangun oleh sebuah kelompok aktivis oposisi, sedikitnya 50 warga sipil menunjukkan tanda-tanda sakit setelah gas klorin digunakan dalam serangan di Kafr Zeita pada hari Sabtu.
Penggunaan gas klorin bukan baru pertama kali. Sehari sebelumnya, (Jumat (11/4), Komite Koordinasi Oposisi Lokal Suriah juga menyebut adanya penggunaan gas klorin serta tembakan dari udara dalam serangan di Kafr Zeita itu. Dalam kejadian tersebut enam orang dikabarkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Namun seperti ditegaskan media
CNN (Senin, 14/4), video tersebut belum dapat dikonfirmasi kebenarannya serta siapa yang menggunakan gas klorin itu.
[mel]
BERITA TERKAIT: