Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara komisi tinggi penanganan masalah pengungsi PBB atau biasa disebut UNHCR, Melissa Fleming seperti dilansir
CNN (Jumat, 11/4).
Flemming menyebut bahwa para manusia perahu tersebut ditangkap di sekitar kepulauan Sisilia dan Calabria Italia. Mayoritas di antara mereka merupakan permpuan dan anak-anak, bahkan ada sejumlah bayi yang baru lahir dan anak-anak yang ikut tanpa didampingi orang tua ataupun kerabat.
Italia sendiri mencatat ada sebanyak 43 ribu pengungsi yang datang ke Italia tahun lalu dengan menggunakan perahu. Lebih dari 11.300 di antaranya merupakan pengungsi asal Suriah.
Sementara pengungsi yang dijaring selama empat hari terakhir saat ini telah di amankan ke pelabuhan Italia.
Flemming menyebut bahwa UNHCR mendesak setiap negara untuk bekerjasama membantu manusia perahu dan mencari saluran migrasi legas untuk mencegah orang-orang mempertaruhkan hidupnya di laut.
"Mediterania adalah salah satu jalur laut tersibuk di dunia, serta perbatasan laut yang berbahaya bagi banyak pencari suaka untuk mencari keamanan di Eropa," kata Flemming dalan pernyataan.
Operasi penjaringan pencari suaka di perairan Italia tersebut dilakukan menyusul kejadian karamnya sebuah kapal yang emngakut lebih dari 300 orang pencari suka di pulai kecil Lampedusa Oktober tahun lalu.
[mel]
BERITA TERKAIT: