Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Informasi Suriah Omran Zoabi untuk membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut bahwa pemilu Suriah akan akan ditunda dan hanya merupakan parodi demokrasi untuk melanggengkan kekuasaan Bashar Al-Assad.
"Ini bukan otoritas apapun untuk menunda atau membatalkan pemilihan ini yang akan berjalan sesuai jadwal," kata Zoabi seperti dikabarkan
Reuters (Selasa, 8/4).
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan adanya intervensi asing maupun militer yang dapat menghambat pelakasanaan pemilu.
"Kami tidak akan membiarkan alasan keamanan, militer, domestik, atau politik asing untuk menunda atau membatalkan pemilu presiden," jelasnya.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: