Menurut keterangan dari Kementerian Luar Negeri Perancis, objek tersebut terletak sekitar 2.300 km dari kota Perth Australia. Namun pernyataan tersebut tidak memberikan rincian mengenai arah ataupun kapan tangkapan radar tersebut diambil.
Data dari otoritas Prancis tersebut berupa gema satelit yang dihasilkan radar, dan bukan tangkapan gambar. Radar tersebut bekerja dengan cara mengirimkan gelombang radio atau gelombang mikro dan kemudian mendengarkan gema yang memantul kembali.
"Perancis telah memutuskan untuk memobilisasi satelit pelengkap untuk melanjutkan pencarian di zona diidentifikasi," tulis pernyataan Kementerian tersebut seperti dilansi BBC pada Minggu (23/3).
Sementara itu pada hari Minggu, Kementerian Transportasi Malaysia melalui pernyataan mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima data dari Perancis tersebut.
"Pagi ini, Malaysia menerima citra satelit baru dari otoritas Perancis yang menunjukkan objek potensial di sekitar koridor Selatan. Malaysia segera menyampaikan citra tersebut pada pusat penyelamatan koordinasi Australia," kata keterangan tersebut.
Berdasarkan informasi satelit, baik dari Perancis, Australia, dan China, pencarian MH370 dilakukan di dua koridor yang berbeda yakni di jalur yang membentang ke utara-barat dari Selat Malaka, dan koridor di arah selatan.
Namun hingga Minggu (23/3), tak satu pun negara yang terletak di koridor utara melaporkan adanya kontak radar di Samudera Hindia. Australian Maritime Safety Authority (AMSA) menyebut bahwa pencarian di Samudera Hindia belum membuahkan hasil yang signifikan.
"Tidak ada penampakan penting," kata pernyataan AMSA.
"Area pencarian mengalami kabut laut dini khususnya di wilayah barat, namun kondisi membaik di siang hari," kata pernyataan tersebut.
AMSA juga menyebut bahwa pencarian pada hari Minggu telah melibatkan empat pesawat militer dan sipil dan telah menyisir area dengan total seluas 59,000 km persegi di selatan-barat Perth. Akan tetapi pencarian akan tetap dilanjutkan pada hari ini dengan tambahan dari pesawat militer China Ilyushin IL-76, dan pesawat Jepang P-3C Orion.
[wid]
BERITA TERKAIT: