Rusia Terapkan Sanksi Balasan Terhadap Petinggi Amerika Serikat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 21 Maret 2014, 12:10 WIB
Rusia Terapkan Sanksi Balasan Terhadap Petinggi Amerika Serikat
net
rmol news logo Sebagai sanksi balasan terhadap Barat, Kementerian Luar Negeri Rusia merilis 10 nama pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) yang dijatuhi sanksi larangan masuk ke Rusia pada Kamis (20/3).

Di antara daftar nama tersebut terdapat Juru bicara DPR Amerika Serikat S John Boehner, Senator J. McCain, dan penasihat presiden AS, D. Pfeiffer serta C. Atkinson.

Kementerian yang dipimpin Sergey Viktorovich Lavrov  tersebut merespons sanksi yang lebih dahulu diterapkan AS bersama dengan Uni Eropa kepada sejumlah pejabat tinggi Rusia dan Ukraina setelah referendum Krimea pada Minggu, 16 Maret lalu.

"Dalam merespons sanksi yang diterapkan oleh pemerintah AS pada 17 Maret terhadap sejumlah pejabat dan wakil Majelis Federal sebagai 'hukuman' atas dukungan yang diberikan pada referendum di Krimea, Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan sanksi balasan terhadap sejumlah pejabat dan anggota parlemen AS," begitu bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri seperti dilansir Russia Today.

Rusia kerap menekankan bahwa penggunaan sanksi merupakan hal bermata dua dan bisa menjadi bumerang bagi AS sendiri.

"Memperlakukan negara kami dengan sedemikian rupa, seperti yang sudah dipastikan Washington, merupakan hal yang tidak pantas dan kontra produktif," kata keterangan tersebut.

Dalam pernyataan itu juga disebutkan bahwa AS kerap menggunakan metode sanksi semacam itu di masa lalu.

"(AS) tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa Krimea secara demokratis dan sesuai dengan hukum internasional serta peraturan PBB, menggelar pemungutan suara untuk bergabung dengan Rusia," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pada hari yang sama, Presiden AS Barack Obama juga mengumumkan perintah ekslusif baru yang akan menerapkan sanksi baru dalam sejumlah sektor kunci ekonomi Rusia serta sejumlah pejabat dan pengusaha Rusia. Langkah tersebut akan diterapkan dalam sektor energi, pertambangan, pertahanan dan sektor teknik Rusia. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA