"Kami sangat menyesal atas peristiwa ini," kata Morrison di Canberra seperti diberitakan the
Australian (Jumat, 17/1).
Morrison mengakui bahwa satu atau lebih unit kapal angkatan laut Australia telah masuk ke wilayah perairan Indonesia tanpa ijin resmi. Hal tersebut terjadi ketika angkatan laut tengah melakukan operasi perlindungan perbatasan dan menghalau masuknya kapal-kapal pencari suaka ke wilayah Ausralia.
Lebih lanjut Morrison menuturkan bahwa pemerintah Australia telah menerima informasi mengenai adanya pelanggaran batas wilayah perairan tersebut pada Rabu sore.
"Ini terjadi secara tidak sengaja dan tanpa sepengetahuan ataupun sanksi dari pemerintah Australia," jelas Morrison kepada wartawan.
Ia juga menyebut bahwa pihaknya menyesal atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pelanggaran wilayah kedaulatan tersebut bukan bagian dari kebijakan Australia.
"Ini disesalkan dan kita telah membuat permintaan maaf yang pantas," katanya.
Namun Morrison tidak membeberkan tentang rincian kejadian tersebut, termasuk berapa jumpah pasti kapal yang telah melewati batas wilayah perairan, kapan tepatnya pelanggaran tersebut terjadi, serta seberapa jauh kapal Australia memasuki wilayah Indonesia.
Ia menyebut bahwa masalah pelanggaran batas wilayah itu tengah dikaji dan ditinjau oleh Kepala Pertahanan Tentara David Hurley dan Komando Penjaga Perbatasan dan Bea Cukai Bea Australia. Tidak ada batasan waktu kapan peninjauan tersebut akan selesai. Morrison juga mengatakan bahwa hasil peninjuan tidak akan dirilis ke publik.
Selain itu Morrison menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop telah mengajukan permintaan maaf tanpa pengecualian kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, sekalipun Marty tengah bepergian dan tidak bisa menerima pesan pribadi. Namun permintaan maaf telah personal telah dikirim dan permintaan maaf secara formal akan segera dikirim ke pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Australia.
"Pemerintah Australia mengambil komitmen bersama dengan Indonesia untuk saling menghormati kedaulatan masing-masing dengan sangat serius," katanya.
Ia juga mengklaim bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah agar kejadian serupa tidak akan terulang.
Komandan Operasi Kedaulatan Perbatasan, Letnan Jenderal Angus Campbell mengatakan bahwa ia telah melaporkan adanya pelanggaran batas wilayah perairan pada laporan rutin yang dilakukan pada Rabu sore lalu. Ia menyebut bahwa personel angkatan laut yang bertugas tidak mengetahui bahwa mereka telah melewati batas perairan Indonesia pada saat itu.
"Saya yakin semua yang terlibat dalam pelaksanaan operasi kedaulatan perbatasan menyesal atas bentuk penghinaan terhadap Indonesia melalui peristiwa ini,'' katanya.
"Saya bertekad peristiwa tersebut tidak akan terjadi lagi,'' tegasnya.
Sementara, Senator Sarah Hanson-Young menyebut bahwa pemerintah tidak bisa dipercaya.
"Ini adalah murni arogansi dan kelihaian dari pemerintah Abbott. Mereka sudah tertangkap basah, mereka memohon maaf, namun mereka menolak untuk menerima bahwa Indonesia mengatakan tidak ada cara untuk kebijakan penangkapan perahu (pencari suaka) baru," jelasnya.
Permintaan maaf itu muncul setelah adanya konfirmasi bahwa otoritas perbatasan perlindungan telah menerapkan metode baru untuk mengembalikan kapal pencari suaka ke wilayah Indonesia dan mencegahnya masuk ke pulau Christmas.
[wid]
BERITA TERKAIT: