Menurut berita yang dilansir media setempat,
Philstar, salah satu korban adalah anak laki-laki berusia tujuh tahun yang kehilangan tangan kanannya karena ledakan petasan yang cukup kuat ketika bermain petasan di Cebu.
Jurubicara kementerian, Eric Tayang memprediksi bahwa sekitar 50-80 kembang api melukai orang setiap jam dalam kurun waktu 12 jam sebelum dan sesudah malam pergantian tahun.
Hukum di Filipina hanya mengizinka penjualan kembang api dengan daya ledak kecil. Namun masih banyak pedagang nakal yang menjual petasan dengan daya ledak besar secara ilegal.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: