Hal tersebut terungkap dari bocoran data milik mantan karyawan NSA, Edward Snowden, seperti dilansir media Australia,
Sydney Morning Herald, pada Senin (25/11). Korea Selatan disebut sebagai salah satu kunci penyadapan dengan menyediakan saluran kabel telekomunikasi di wilayah Busan yang menyediakan akses komunikasi eksternal dari China, Hong Kong, dan Taiwan.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan atau National Intelligence Service (NIS) telah lama menjadi kolaborator badan intelijen Amerika Serikat, baik Central Intelligence Agency (CIA) maupun NSA, juga badan intelijen Australia.
Dari data rahasia NSA yang dibocorkan, terdapat peta penyadapan yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan empat sekutu intelejennya yakni Inggris, Australia, Kanada dan Selandia Baru yang disebut sebagai "Five Eyes", melakukan penyadapan pada kabel serat optik bawah laut berkecepatan tinggi di 20 lokasi di dunia. Operasi penyadapan turut melibatkan kerjasama dengan pemerintah setempat dan perusahan penyedia jasa telekomunikasi.
Singapura dan Korea Selatan disebut sebagai pihak ketiga yang memiliki peran penting dalam membantu operasi penyadapan yang dilakukan oleh "Five Eyes", salah satunya dengan melalui NSA.
[ald]
BERITA TERKAIT: