Dikutip dari
Al Jazeera (Jumat, 1/11), jumlah tersebut terdiri dari 855 warga sipil, 65 polisi, dan 44 tentara yang terbunuh akibat berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Irak sepanjang bulan Oktober.
Selain korban tewas, data juga menunjukkan jumlah korban luka yang berjumlah 1.600 orang terdiri dari 1.445 warga sipil, 88 polisi, dan 67 tentara.
Total korban tewas akibat kekerasan bulan Oktober 2013 tersebut secara keseluruhan adalah yang tertinggi sejak April 2008, ketika pemerintah menunjukkan data sebanyak 1.078 orang meninggal.
Data tersebut dirilis bertepatan dengan jadwal pertemuan Perdana Menteri Irak, Nouri al-Maliki, dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, di Washington hari ini. Data tersebut diprediksi akan digunakan untuk mengajukan banding dan permohonan bantuan baru Irak kepada Amerika Serikat.
Kekerasan di Irak meningkat setiap bulannya sejak kedatangan pasukan AS di Irak pada tahun 2011. Pemerintah mengatakan bahwa hampir 6.000 warga Irak terbunuh sepanjang tahun ini.
Sementara, data yang menyimpulkan hal berbeda dilansir oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada Agustus lalu. PBB mengatakan, korban kekerasan selama bulan Juli 2013 di Irak adalah yang paling tinggi selama lima tahun terakhir.
Menurut UNAMI (United Nations Mission in Iraq), korban tewas akibat kekerasan sektarian sepanjang Juli mencapai 1.057 orang. Sedangkan 2.326 orang lainnya luka-luka.
[ald]
BERITA TERKAIT: