Pemerintah Jerman lewat jurubicaranya meminta Presiden AS, Barack Obama, untuk mengklarifikasi langsung. Jika terbukti AS telah melakukan praktik spionase terhadap Kanselir Merkel, Jerman menilai hal tersebut merupakan pelanggaran berat atas kepercayaan sekutu dekat.
"Jika terbukti benar, hal tersebut tidak bisa diterima dan Jerman mengutuk tegas," tulis kantor berita
Reuters, mengutip jurubicara pemerintah Jerman.
Sayangnya, pemerintah Jerman menolak menguraikan apa saja indikasi adanya aksi spionase AS. Menanggapi hal tersebut, jurubicara Gedung Putih, Jay Carney, mengatakan, Obama telah meyakinkan Merkel bahwa AS tidak "memantau" komunikasi Kanselir.
Gedung Putih juga mengatakan bahwa Merkel dan Obama telah sepakat mengintensifkan kerjasama antara badan intelijen AS dan Jerman untuk melindungi keamanan kedua negara.
Isu spionase yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negara-negara sekutu di Eropa mencuat dari dokumen dan laporan yang dikeluarkan oleh mantan pegawai National Security Agency (NSA), Edward Snowden.
Minggu lalu, majalah berita Jerman, Der Spiegel mempublikasikan data spionase NSA ke pemerintah Meksiko. Selain itu, awal minggu ini, surat kabar Prancis Le Monde juga melaporkan adanya praktik spionase yang dilakukan NSA dengan menyadap lebih dari 70 juta panggilan telepon Prancis dalam jangka waktu satu bulan antara Desember 2013 hingga Januari 2013. Menanggapi hal tersebut, Presiden Prancis Francois Hollande juga meminta klarifikasi dari pemerintah AS.
Selain itu, bulan lalu, Presiden Brasil Dilma Rousseff juga membatalkan rencana untuk kunjungan kenegaraan Oktober ke Washington karena mencurigai bahwa AS telah memantau komunikasi teleponnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: