Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Perdana Menteri India Manmohan Singh dengan Perdana Menteri Cina, Li Keqiang dalam kunjungannya ke Beijing pada Rabu (23/10) seperti yang dikabarkan
BBC.
Kesepakatan itu bertujuan untuk meningkatkan komunikasi antara kedua pasukan di perbatasan Cina-India.
Perdana Menteri Cina, Li Keqiang mengatakan bahwa pihaknya akan membantu menjaga perdamaian dan stabilitas di wilayah perbatasan.
"Perdana Menteri Singh dan saya setuju bahwa ada kepentingan yang jauh lebih penting daripada perbedaan (perbatasan) antara China dan India," kata Li dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri India.
Permasalahan perbatasan antara kedua negara memiliki sejarah yang panjang. Kedua negara pernah setuju atas demarkasi di beberapa daerah perbatasan Himalaya dan kemudian terlibat perang singkat pada tahun 1962. Sejak saat ini, ketegangan masih terjadi di daerah perbatasan.
Namun dengan perjanjian tersebut, kedua negara sepakat untuk tidak lagi memicu konflik ataupun ketegangan terkait perbatasan.
"China dan India adalah dua peradaban tua. Kedua masyarakat dan pemerintahan memiliki kebijaksanaan untuk mengelola sengketa sepanjang perbatasan sehingga tidak akan mempengaruhi kepentingan keseluruhan hubungan bilateral kami," tambah Li.
Senada dengan Li, Perdana Menteri Singh pun memutuskan mengedepankan negosiasi dalam penyelesaian masalah perbatasan dengan China.
"Perdana Menteri Li dan saya telah sepakat bahwa perdamaian dan ketenangan di perbatasan kita harus tetap dasar untuk pertumbuhan hubungan India-China, bahkan kita bergerak menuju negosiasi yang adil dan penyelesaian yang dapat diterima oleh India dan China," kata Singh.
[wid]
BERITA TERKAIT: