Perancis Berang Warganya Disadap NSA

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 22 Oktober 2013, 13:35 WIB
rmol news logo Duta Besar Amerika Serikat untuk Perancis, Charles Rivkin bertemu dengan diplomat Perancis pada Senin (21/10) waktu setempat untuk membahas masalah penyadapan yang dilakukan oleh National Security Agency (NSA) terhadap lebih dari 70 juta panggilan telepon di Perancis selama periode 30 hari.

"Ini jenis praktek antara mitra, yang melanggar privasi, benar-benar tidak dapat diterima," kecam Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius kepada wartawan di sela-sela pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luxembourg, Selasa (21/10), seperti dikutip dari CNN.

"Kami dengan cepat harus menjamin bahwa praktek tersebut tidak terulang," katanya lagi.

Pada hari yang sama, Presiden AS Barack Obama dan Presiden Perancis Francois Hollande tengah melakukan komunikasi membahas masalah tersebut.

"Presiden (Obama) menjelaskan bahwa Amerika Serikat telah mulai meninjau cara kita mengumpulkan data intelijen, sehingga kita dapat menyeimbangkan antara  kekhawatiran keamanan masyarakat dan sekutu kita (Prancis) terkait masalah privasi," kata siaran pers yang dikeluarkan Gedung Putih.

Sementara itu, sebuah rilis berita dari kantor Presiden Hollande menyatakan bahwa presiden marah atas praktik mata-mata tersebut. Ia menyebut bahwa praktik semacam itu tidak dapat diterima, mengingat Perancis merupakan sekutu AS. Rilis tersebut juga menyebutkan bahwa kedua presiden sepakat bahwa badan intelijen Perancis dan Amerika akan bekerja sama dalam menyelidiki laporan itu.

Sebelumnya, sebuah surat kabar Prancis, Le Monde pada hari Senin (21/10) melaporkan bahwa NSA telah memantau melakukan sadapan terhadap panggilan telepon di Prancis. Laporan Le Monde tersebut mengutip bocoran dokumen dari  mantan pekerja NSA, Edward Snowden soal operasi pengintaian yang dilakukan AS pada Juni silam.

"Komunikasi telepon warga Perancis yang disadap dalam skala besar," tulis Le Monde.

Penyadapan disebut  berlangsung dari tanggal 10 Desember 2012, sampai dengan 8 Januari 2013. Sebuah grafik NSA menunjukkan rata-rata 3 juta data penyadapan per hari. Le Monde juga menjabarkan cara kerja penyadapan NSA.

"Ketika nomor telepon digunakan di Perancis, maka akan mengaktifkan sinyal yang secara otomatis memicu rekaman panggilan. Rupanya ini sistem pengawasan juga mengambil pesan SMS (teks) dan konten dengan menggunakan kata-kata kunci. Selanjutnya, NSA menyimpan rekaman komunikasi dari setiap target atau meta-data," demikian laporan Le Monde.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA