Presiden menyampaikan bahwa potensi ekonomi ASEAN Plus Three cukup besar. Tahun 2012, nilai perdagangan ASEAN Plus Three senilai US$ 678 miliar. Presiden menyampaikan bahwa nilai ini akan bisa ditingkatkan dua kali lipat dalam beberapa waktu ke depan
Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Pembangunan, Firmanzah, di Gedung Media Center, International Convention Center, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Kamis (10/10).
Dikutip dari setkab.go.id, menurut Firmanzah, ASEAN Plus Three berbeda dengan ASEAN-Jepang dan ASEAN-Korsel. ASEAN Plus Three punya kerangka dan format kerjasama lebih satu kesatuan.
Ia menyebutkan, kerjasama Jepang, Korea Selatan, China, dengan ASEAN untuk meningkatkan kerangka kerjasama perdagangan, kemudian investasi, serta sektor-sektor lain terkait dengan ekonomi. Sedangkan, Chiang May Initiative merupakan kerjasama
currency swap, di mana masing-masing negara ASEAN membentuk Multilateral Currency Swap Arrangement. Dengan demikian, masing-masing negara bisa mendapatkan currency swap untuk memperkuat jaminan devisanya kalau situasi mendesak.
"Jadi Chiang May Initiative merupakan inisiatif kawasan untuk mengurangi atau menghindari kawasan dari krisis ekonomi seperti tahun 1997, yang mana cadangan devisa harus diperkuat dan Chiang May Initiative menyediakan cadangan yang cukup memadai bilamana itu terjadi," papar Firmanzah.
[ald]
BERITA TERKAIT: