Namun begitu, Obama tetap menekankan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan. Ia mengatakan, AS akan terus bekerja sama dengan sekutunya dan Rusia untuk memastikan proses ini bisa diverifikasi, bahwa akan ada konsekuensi andaikata Presiden Suriah Bashar al Assad tidak patuh pada kerangka kerja ini.
"Jika diplomasi gagal, Amerika tetap siap untuk mengambil tindakan," ujar presiden kulit hitam pertama AS ini sebagaimana dikutip
Voanews (Minggu, 15/9).
"Inisiatif yang dipimpin Rusia bagi pemecahan diplomatis tidak boleh menjadi taktik untuk menunda-nunda," tandasnya.
Pemerintah AS telah menuduh bahwa pemerintah Suriah di bawah rezim Bashar al Assad melakukan serangan dengan senjata kimia pada 21 Agustus, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil. Menanggapi laopran dari intelejen AS itu, Obama segera mendesak adanya tindakan militer terhadap pemerintah Suriah, tetapi untuk sementara ini ia menundanya dan memilih mengusahakan jalur diplomatik.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: