John Kerry: Kesepakatan AS-Rusia Kurangi Ancaman di Timur Tengah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 15 September 2013, 15:30 WIB
John Kerry: Kesepakatan AS-Rusia Kurangi Ancaman di Timur Tengah
sergei lavrov-john kerry/net
rmol news logo Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia akhirnya menemui kata sepakat pada sebuah kerangka kerja untuk mengakhiri program senjata kimia Suriah. Termasuk dalam kerangka itu adalah persyaratan penyerahan sebuah daftar menyeluruh dari senjata-senjata kimia yang dimiliki Suriah pada minggu depan.

Dalam sebuah konferensi pers gabungan di Jenewa, Swiss, Sabtu (14/9), Menteri Luar Negeri (Menlu) AS John Kerry dengan mitranya dari Rusia, Menlu Sergei Lavrov menguraikan rencana itu

"Kami telah melakukan evaluasi bersama mengenai jumlah dan jenis senjata kimia yang dimiliki oleh rezim Assad, dan kami berkomitmen pada pengawasan asumsi cepat dari komunitas internasional terhadap senjata-senjata tersebut," ujarnya sebagaimana dilansir Voanews (Minggu 15/9).

Menurut Kerry, kedua negara sepakat bahwa Suriah harus memberi izin segera untuk inspeksi dari lokasi senjata kimianya, yang akan ditindaklanjuti dengan penghancuran senjata itu di luar Suriah. Rencana itu bertujuan menghancurkan atau memindahkan semua bahan dan peralatan senjata kimia pada pertengahan 2014. Andai berhasil, masih lanjut Kerry, rencana ini akan punya dampak yang luas.

"Jika kita dapat bekerja sama dan membuat kerangka kerja ini berhasil, dan menghapuskan senjata kimia Suriah, kita tidak hanya akan menyelamatkan nyawa, namun juga mengurangi ancaman di wilayah ini dan menguatkan standar internasional dan norma internasional," tambahnya.

Kerry mengatakan, jika Suriah tidak patuh pada rencana ini, mereka dapat meminta diberlakukannya resolusi “Chapter 7” dari Dewan Keamanan PBB, yang memberi otorisasi tindakan penghukuman.

Sementara itu, Menlu Rusia Sergei Lavrov mengatakan persetujuan ini tidak memuat hal-hal tentang penggunaan kekuatan. Persetujuan ini dihasilkan menyusul tiga hari pembicaraan antara diplomat-diplomat teras dan utusan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA