Turki yang secara geografis memiliki perbatasan langsung dengan Suriah yang membentang lebih dari 900 kilometer (559 mil) mendukung rencana Amerika Serikat mengintervensi Suriah dengan kekuatan militer dengan cara menempatkan pasukan di perbatasan.
Kantor berita Turki
Dogan, seperti dilansir
irb.is, Kamis (5/9) melaporkan sebuah konvoi 20 kendaraan dengan kontingen tank dikerahkan ke daerah perbatasan di Yayladagi, Provinsi Hatay.
Turki juga dilaporkan telah menempatkan tank, peluncur rudal dan senjata anti-pesawat di puncak bukit dekat kota perbatasan Kilis.
Enam baterai rudal Patriot, yang disediakan oleh NATO, juga telah dikerahkan di untuk mendukung invasi militer di Suriah.
Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan sebelumnya menegaskan akan mengambil bagian dalam koalisi internasional serangan militer terhadap Suriah. Turki memang berpihak pada kelompok bersenjata anti pemerintahan Assad.
Namun disisi lain, rencana intervensi militer tersebut banyak mendapat kecaman dan pertentangan dari pihak-pihak internasional.
Pertentangan tersebut diantaranya datang dari Rusia yang menganggap tuduhan AS tidak terbukti. PPemerintah China juga menolak mendukung karena khawatir akan menimbulkan kenaikan harga minyak dan menyulut krisis ekonomi global. Paus Francis dari Vatikan bahkan meminta para pemimpin dunia untuk mencari solusi damai dan tidak menggunakan instrumen militer untuk menyelesaikan masalah Suriah.
[zul]
BERITA TERKAIT: