"Aksi militer akan menimbulkan dampak negatif bagi ekonomi global, khususnya pada harga minyak. Hal tersebut akan menyebabkan kenaikan harga minyak," kata Zhu Guangyao, Deputi Keuangan Cina di Rusia, sebelum G20 berlangsung, seperti dilansir
The Guardian (Jumat, 6/9).
Sikap China ini menyusul pernyataan Paus Francis terkait Suriah. Paus menyurati Presiden Rusia (Rabu, 4/9), Vladimer Putin sebagai tuan rumah pertemuan G20. Ia mendesak para pemimpin negara di pertemuan tersebut mencari solusi damai terkait konflik di Suriah.
Dalam suratnya juga, Paus menentang dengan tegas rencana intervensi militer terhadap Suriah. Paus menegaskan bahwa intervensi militer akan turut mempengaruhi pembangunan ekonomi.
"Tanpa perdamaian, tidak ada bentuk pembangunan ekonomi. Kekerasan tidak pernah melahirkan perdamaian, kondisi yang diperlukan untuk pembangunan," tulis Paus.
Amerika Serikat berencana melakukan intervensi militer terhadap Suriah karena mengklaim bahwa rezim Assad yang berkuasa telah menggunakan senjata kimia melebih batas. Namun rencana tersebut mendapatkan pertentangan dari dunia internasional, salah satunya adalah dari Rusia yang menganggap bahwa Amerika Serikat tidak mampu membuktikan tuduhanya tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: