Bom canggih ini ditanam kelompok separatis di sebuah jalan di distrik Krong Pinang, Provinsi Yala, dan menargetkan kendaraan-kendaraan militer.
"Itu bom yang sangat kuat yang benar-benar bisa menghancurkan truk. Sepuluh tentara berada di truk. Delapan tewas dan dua lainnya terluka," kata jurubicara polisi Kolonel Pramote Promin seperti dikutip kantor berita
AFP (Sabtu, 29/6).
Selain tentara, bom juga mengakibatkan dua warga desa mengalami luka-luka. Ini adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan keamanan Thailand dalam beberapa tahun.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa serangan ini dilakukan oleh milisi Muslim di selatan Thailand.
Thailand adalah negara mayoritas berpenduduk Buddha, tapi Muslim menjadi mayoritas di tiga provinsi selatan seperti Yala, Pattani dan Narathiwat. Militan Islam, yang berjuang untuk otonomi yang lebih besar, diyakini melakukan serangkaian serangan senjata dan bom terhadap pasukan keamanan dan warga yang dianggap bersekutu dengan pemerintah atau kolaborator di daerah.
[ian]
BERITA TERKAIT: